Umum

23 Nelayan Aceh Timur Kembali Ditangkap di Myanmar

Kapal nelayan asal Aceh Timur yang mengangkut 23 awak kapal ditangkap di Myanmar. Foto: Ist

Banda Aceh – Kabar penangkapan nelayan Aceh di Myanmar kembali terjadi. Padahal sebelumnya, Pemerintah Aceh baru saja memulangkan 14 dari 16 nelayan yang ditangkap oleh Pemerintah Myanmar.

Kali ini, jumlah nelayan yang ditangkap berjumlah 23 orang. Semuanya dikabarnya berasal dari Kabupaten Aceh Timur. Mereka ditangkap karena masuk ke perairan Myanmar tepatnya dekat Pulau Zardatgyi di Kotapraja Kawthong.

Informasi penangkapan itu disampaikan Wakil Sekjend Panglima Laot Aceh, Miftach Cut Adek. Ia menjelaskan para warga Aceh itu masuk ke wilayah perairan Myanmar karena kompas radar kapal rusak.

“Pengkapan terjadi pada 6 Februari 2019. Karena kompas radar rusak, mereka tidak sadar sudah masuk perairan Myanmar,” kata Miftach Cut Adek ketika dikonfirmasi Ajnn, Rabu (13/2).

Miftach mengatakan Kapal Angkatan Laut (558) yang menangkap nelayan Aceh itu dipimpin oleh Mayor Pyae Sone Aung, yang sedang berpatroli, dan mencurigai kapal nelayan asal Aceh itu melakukan ilegal fishing.

Hasil konfirmasi Miftach dengan Kepala Departemen Perikanan di Distrik Kawthong, Thant Zin, para nelayan Aceh ini sudah diserahkan oleh Angkatan Laut kepada mereka, untuk selanjutnya diproses sesuai hukum yang berlaku disana.

“Angkatan laut sudah menyerahkan kepada Departemen Perikanan di Distrik Kawthoung pada 7 Februari,” kata Miftach.

Salah satu awak kapal yang berhasil dikonfirmasi Miftach mengaku mereka berlayar dari Aceh Timur pada 29 Januari. Dan semuanya nelayan merupakan warga Aceh Timur.

“Kapal itu sekarang berada di Pelabuhan Kawthoung,” ungkapnya.

To Top