Travel

Fasilitas Objek Wisata Alue Naga diduga di rusak oleh Sekelompok orang

ilustrasi@ Foto

Banda Aceh – Sejumlah masyarakat di Desa Alue Naga, Banda Aceh sangat menyesalkan tindakan semena-mena yang dilakukan oleh beberapa oknum yang melakukan pengrusakan fasilitas di lokasi objek wisata Alue Naga.

Keuchik Alue Naga, Faisal menyebutkan kejadian tersebut terjadi sekira pukul 17.30 WIB, Minggu (13/1) yang dilakukan oleh sekelompok orang. Mereka melakukan pengusiran terhadap sejumlah pengunjung di Pantai Alue Naga.

“Datang tiba-tiba ke lokasi tanpa ada konfirmasi oleh perangkat gampong langsung melakukan tindakan semena-mena. Mereka merusak fasilitas umum, portal dan pondok atau tempat berjualan milik warga,” katanya, Senin (14/1).

Informasi yang diterima dari masyarakat, kata Faisal, tindakan semena-mena itu dilakukan oleh Kepala Mukim Syeh Abdul Rauf bersama sejumlah anggotanya.

“Saya tidak tahu dia melakukan itu atas nama Mukim Syech Abdul Rauf apa sebagai Ketua FPI Banda Aceh, kalau ada pelanggaran syariat kenapa tidak konfirmasi ke pihak gampong,” kata Keuchik Faisal.

Ia menyebutkan pada dasarnya masyarakat di Desa Alue Naga sangat mendukung pelaksanaan syariat Islam di Kota Banda Aceh, pihaknya juga telah memberikan imbauan agar memantau aktifitas di kawasan pinggir pantai agar tidak terjadi maksiat.

“Setahu saya di lokasi itu tidak ada tempat yang tertutup semuanya terbuka, masyarakat disana juga mengembangkan objek wisata secara islami. Dengan begitu ada pemasukan pendapatan bagi warga dan gampong itu sendiri,” ujarnya.

Usai melakukan pengusiran pengunjung dan merusak jambo milik warga, lanjut Keuchik Faisal, mereka lalu pergi tanpa ada pemberitahuan kepada pihak perangkat desa.

“Seharusnya mereka bisa panggil perangkat desa untuk membicarakan persoalan itu apakah ada pelanggaran syariat disana atau tidak, tapi mereka lari. Atas tindakan semena-mena itu sebagian masyarakat merasa dirugikan,” ujarnya.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang ada di gampong untuk menyelesaikan permasalah tersebut secara kekeluargaan.

“Ada juga sebagian warga yang marah atas tindakan semena-mena mereka, tapi kami akan selesaikan secara kekeluargaan,” ungkap Keuchik Alue Naga, Faisal.

To Top