Hukum

Ini Hasil Visum Anak yang Diduga Disiksa Ibu Tiri di Bireuen

Ini Hasil Visum Anak yang Diduga Disiksa Ibu Tiri di Bireuen

Bireuen, – Tuduhan yang dialamatkan kepada YL menganiaya anak tiri, telah sampai ke ranah hukum. Setelah WW melayangkan laporan penganiayaan ke Kepolisian Resor (Polres) Bireuen, tadi sore, ATA (10) langsung divisum.

Dilansir metroaceh.com, berdasarkan hasil visum et repertum di Unit Gawat darurat (UGD) Rumah Sakit Umum (RSU) dr Fauziah Bireuen, petugas medis menemukan beberapa bekas memar di kaki ATA. Selain itu, terdapat bekas cakaran di bagian wajah.

Pada visum tersebut juga diketahui, ATA mengalami gangguan psikis. Beberapa di antara mereka telah mendengar cerita dari mulut ke mulut tentang kejadian tersebut.

“Saya pernah mendengar cerita tentang ibu yang menyiksa anak tirinya, tapi baru hari ini kami melihat sendiri anak itu saat divisum,” ujar seorang paramedis yang tak mau ditulis nama.

Diberitakan sebelumnya, tiga bocah perempuan asal Kutacane yang pindah ke Bireuen mengaku kerap mendapat siksaan dari ibu tirinya. Namun, sang ayah membantah keras pernyataan itu. Bahkan, ayahnya bersumpah bahwa tuduhan itu tidak benar serta akan melaporkan ibu kandung ketiga bocah perempuan itu ke polisi lantaran menghasut anak-anaknya.

Selain ATA, dua adik kembarnya DS dan DA (5), murid TK di Geulumpang Payong, juga mengalami hal serupa. Mereka mengaku sering dipukuli. Belakangan, sikembar berhenti sekolah. Menderas kabar, alasan pemberhentian sekolah atas permintaan ibu tiri mereka, YL.

Sebagaimana disiarkan metroaceh.com, ayah kandung mereka, AHZ, memboyong ketiga anaknya ke Bireuen pascacerai dengan istri pertamanya, WW. Kemudian, AHZ yang menikah dengan YL, berinisiatif untuk mengasuh anaknya. Namun, ketiga anak perempuan tersebut malah mendapat perlakuan kasar serta kerap disiksa oleh YL sejak sejak beberapa bulan terakhir. Tetangga pun mengaku sering mendengar jeritan anak-anak dari rumah kontrakan hakim tersebut di Kompleks PU Bireuen, Glumpang Payong, Kecamatan Jeumpa.

Sejumlah tetangga mengaku ketiga bocah itu hampir setiap hari dianiaya ibu tirinya di kamar belakang rumah. Parahnya, beberapa warga mengaku, bukan saja ibu tiri yang menyiksa, tapi ayah kandung mereka juga sering terdengar memaki dan menyumpah serapah bocah itu.

Kepedihan ketiga bocah tersebut pungkas setelah WW tiba di Glumpang Payong. Tanpa pikir panjang, dia pun lekas menjemput anaknya ke sekolah tadi pagi. Saat bertemu ATA, WW melihat anak sulungnya mengalami luka di wajah. Diduga akibat penyiksaan yang diterima kemarin sore.

WW pun langsung melapor ke keuchik. Dia meminta perangkat desa membantu memediasi untuk membawa pulang ketiga buah hatinya ke Kutacane. Namun, meski telah difasilitasi oleh pemerintah gampong dibantu personel Pos Polisi Jeumpa Sub Sektor Polsek Kota Juang, mediasi tersebut tak jua membuahkan kesepakatan.

Setelah gagal mendapatkan persetujuan membawa anak-anaknya, WW pun melaporkan tindak penganiayaan yang dilakukan YL ke SPKT Polres Bireuen. Visum pun langsung dilakukan malam ini.

AHZ pun membantah semua tudingan itu. Dia berani bersumpah, anak-anaknya tidak pernah dipukuli oleh YL. Namun, mereka hanya dimarahi bila berbuat salah. “Kalau mereka menjerit, itu karena lagi sakit atau bertengkar dengan adik-adiknya. Juga si ATA sering menangis karena minta pulang ke Kutacane, tapi sudah saya bilang, ‘Iya, nanti, tunggu ayah cuti minggu depan kita pulang lihat nenek’,” jelasnya.

Dia pun keberatan dengan tindakan WW yang menjemput ATA ke sekolah tanpa izin darinya. Terkait masalah ini, AHZ juga berencana melaporkan WW ke polisi. []

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Popular

To Top