Travel

Khanduri Laot untuk Menjaga Adat Hingga Menarik Wisatawan

Atraksi penurunan pukat oleh para nelayan saat pembukaan Khanduri Laot Festival di Sabang. Foto: AJNN.Net/Rahmat Fajri

Banda Aceh – Penyelenggaraan Event Khanduri Laot Festival di Kota Sabang sebagai bentuk dari upaya pemerintah untuk menjaga adat dan menarik kunjungan wisatawan ke Sabang.

Wali Kota Sabang, Nazaruddin mengatakan event tahunan ini dilaksanakan agar masyarakat Kota Sabang dan Aceh secara umumnya dapat menjaga dan melestarikan adat khanduri laot peninggalan orang tua sejak zaman dulu hingga ke generasi mendatang.

Pelaksanaan festival ini juga diharapkan menjadi salah satu momen untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap laot sehingga terciptanya harmonisasi sesama. Kemudian sebagai daya tarik wisatawan yang ingin melihat langsung kehidupan tradisional masyarakat Kota Sabang.

“Khanduri laot bisa meningkatkan kecintaan kita terhadap adat dan budaya Aceh, serta menarik para wisatawan untuk datang ke Kota Sabang. Tentunya ini akan berdampak langsung terhadap ekonomi rakyat,” kata Nazaruddin dalam sambutan pembukaan Festival Khanduri Laot di Dermaga CT3 Sabang, Sabtu (30/1).

Selain itu, Nazaruddin juga menuturkan bahwa festival khanduri laot ini juga untuk memperkuat keberadaan Panglima Laot yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu sebagai pemimpin para nelayan di Aceh.

“Panglima Laot sendiri adalah pemimpin masyarakat untuk urusan kelautan,” ujarnya.

Menurut Nazaruddin, sejak lahirnya Undang-Undang 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh (UUPA), posisi lembaga adat seperti Panglima Laot kembali mendapatkan tempat di tengah-tengah masyarakat, dan khusunya bagi kalangan para nelayan.

“Dikalangan nelayan Aceh Panglima Laot terus menguat, terutama dalam hal memimpin persekutuan adat serta pengelolaan hukum adat di wilayah laot,” tuturnya.

Sementara itu, M Syahputra AZ Kasubag Program, Informasi dan Humas Disbudpar Aceh menilai kegiatan Khanduri Loat Festival ini sangat sesuai dengan karakteriskik daerah paling ujung pulau Sumatera dan sebagai kawasan bahari.

“Event ini sangat sesuai dengan Sabang, apalagi bisa memadukan antara budaya dan pariwisata,” imbuhnya.

Karena itu, Pemerintah Aceh sangat mendukung kegiatan seperti ini, bahkan besar harapannya agar event-event yang menampilkan adat dan budaya itu terus diselenggarakan setiap tahunnya.

“Kami siap mensupport, karena ini juga bisa mendongkrak wisatawan. Sabang harus tetap menjadi landasan kedatangan wisatawan,” pungkas Putra.

Seperti diketahui, kegiatan Khanduri Laot Festival ini juga salah satu event yang masuk dalam Calendar of Event Aceh Tahun 2019 yang di launching langsung Menteri Pariwisata RI di Jakarta pekan lalu.

To Top