Pendidikan

SD Al A’raf di Blangpidie Manfaatkan Sampah Plastik Sebagai Kostum Karnaval

Blangpidie – Belasan siswa Sekolah Dasar (SD) Al A’raf yang berlokasi di Desa Mata Ie, Kemukiman Kutatinggi Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengikuti parade karnaval perayaan HUT RI ke-73 yang digelar Pemkab setempat dengan kostum yang kreatif dan unik.

Betapa tidak, pada perayaan parade karnaval tahun ini, pihak sekolah Al A’raf memanfaatkan sampah plastik yang telah diracik seindah mungkin untuk dijadikan sebagai kostum belasan muridnya mengikuti karnaval ini.

Kepala SD Al A’raf, Sukri Adani MEd mengaku keikutsertaan para siswanya pada parade karnaval HUT RI ke-73 ini mengangkat tagline “SD Al A’raf Loves the Earth”. Tema ini sengaja digagas pihaknya sebagai bentuk simpati serta usaha penyadaran masyarakat tentang perlunya mengurangi sampah plastik.

“Kostum peserta Karnaval dari SD Al A’raf ini sengaja kita minta kepada para orang tua murid masing-masing dari sampah plastik dan sampah lainnya. Ini kita maksud sebagai salah satu bentuk usaha penyadaran masyarakat tentang perlunya mengurangi sampah plastik,” kata Sukri Adani, di lokasi rute karnaval, Kamis 15 Agustus 2018.

Dikatakannya, partisipasi para orang tua murid dalam menyauti ide yang digagas oleh para guru SD Al A’raf ternyata sangat luar biasa. Orang tua murid sangat setuju dengan ide yang mengandung pesan positif ini. Alhasil, banyak karya-karya kostum dari bahan bekas plastik yang dimunculkan atau yang dikenakan oleh para siswa.

“Baik para guru, maupun orang tua murid sangat bersemangat dalam mewujudkan cita-cita mengajak masyarakat untuk  menjadikan planet bumi sebagai tempat ternyaman bagi generasi penerus.” ujar Sukri.

“SD Al A’raf memiliki komitmen meningkatkan kerjasama antara orangtua, sekolah dan siswa, untuk menemukan potensi anak dan membantu mereka menjadi manusia dewasa yang bahagia dan sukses,”timpalnya.

Dijelaskan, kostum yang dikenakan murid-muridnya itu tersebut dari berbagai bahan bekas baik Plastik, koran bekas, karton dan berbagai bahan bekas lainnya. Sesuai harapan, lanjutnya, kostum ini menjadi pusat perhatian masyarakat di sepanjang jalan yang menjadi rute peserta karnaval Abdya atau pusat kota Blangpidie.

“Setidaknya pesan yang kita munculkan tercapai. Dan saya ingin sampaikan bahwa, sekolah kami menjadi satu-satunya sekolah yang seluruh muridnya mengenakan kostum yang terbuat dari bahan bekas, diolah semenarik mungkin hingga layak dipamerkan dan unik,” kata Sukri Adani.[]

To Top