Politik

Tiyong: Plt Gubernur Aceh Jangan Sibuk Gonta-Ganti Pejabat

Samsul Bahri alias Tiyong

BANDA ACEH – Ketua Tim Pemenangan Irwandi-Nova Pilkada Aceh 2017, Samsul Bahri alias Tiyong, menyesalkan sejumlah keputusan Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, akhir-akhir ini yang cenderung mendapat reaksi negatif dari publik.

“Terakhir adalah pencopotan dan pelantikan Plt. terhadap pimpinan tiga lembaga keistimewaan Aceh. Kami meminta agar Plt. Gubernur lebih baik fokus pada ikhtiar menunaikan janji-janji kampanye pada Pilkada 2017 lalu daripada sibuk pada urusan gonta-ganti pejabat,” tegas Tiyong dalam siaran pers diterima portalsatu.com, 25 Februari 2019.

Tiyong menjelaskan, pihaknya memperoleh informasi pencopotan terhadap pimpinan Majelis Adat Aceh (MAA), Baitul Mal Aceh (BMA) dan Majelis Pendidikan Aceh (MPA) dilakukan secara sepihak tanpa komunikasi dengan stakeholder lainnya. “Secara administratif dan fungsional ketiga lembaga tersebut diatur melalui qanun yang dibahas dan disahkan oleh DPR Aceh,” kata Ketua Harian DPP Partai Nanggroe Aceh itu.

“Maka sudah sepatutnya Plt. Gubernur mengkomunikasikan dengan DPRA jika ada kebijakan strategis yang akan diambil terhadap lembaga-lembaga keistimewaan tersebut. Kalaupun tidak melalui rapat, minimal ada korespondensi dengan pihak DPRA,” ujar Tiyong.

Tiyong menyarankan agar Plt. Gubernur menghindari cara-cara arogan dalam menjalankan roda pemerintahan Aceh. Arogansi dalam pengambilan kebijakan hanya akan menimbulkan reaksi negatif dan polemik di tengah-tengah masyarakat.

“Hal ini tentu tidak selaras dengan semangat ‘good governance’ yang dijalankan secara demokratis. Bukankah saudara Plt. Gubernur selalu mendengungkan kalau saudara akan menerapkan prinsip ‘glass box manajement’ dalam menjalankan roda organisasi pemerintah Aceh?” kataTiyong.

Tiyong mengingatkan agar Plt. Gubernur lebih baik benar-benar fokus pada upaya untuk mewujudkan semua janji-janji kampanye Irwandi-Nova kepada rakyat Aceh pada Pilkada 2017 lalu. “Tolong diingat, rakyat sekarang sedang menunggu realisasi dari janji-janji yang telah diucapkan,” tegasnya.

Menurut Tiyong, program ‘Aceh Hebat’ yang dibagi dalam 15 program unggulan, sekarang ini sudah terangkum dalam Qanun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Aceh 2017-2022.

“Jadi tak ada alasan lagi menunda-nunda untuk menunaikan semua janji kampanye. Kami berharap agar 15 program prioritas ini tetap jadi patron dalam pengambilan kebijakan anggaran dan pembangunan oleh Pemerintah Aceh ke depannya,” ujar Tiyong.

Tiyong menilai, saat ini Pemerintah Aceh lebih baik fokus untuk segera melaksanakan kegiatan pembangunan yang telah dianggarkan dalam APBA 2019. “Jangan lagi menunda-nunda. Ingat. Tahun 2018 lalu akibat menunda-nunda, 4.100 lebih rumah duafa yang telah dianggarkan dalam APBA tak satu pun yang dibangun. Padahal janji kita pada rakyat akan membangun 6.000 rumah duafa setiap tahun selama lima tahun Pemerintah Irwandi-Nova,” katanya.

Sebagai Ketua Tim Pemenangan Irwandi-Nova pada Pilkada lalu, Tyong merasa punya tanggung jawab moral yang sama kepada rakyat Aceh untuk memastikan semua janji kampanye dapat ditunaikan seluruhnya di akhir periode pemerintahan ini. Sehingga janji kampanye bukan sekadar puisi indah atau hanya manifesto politik temporer untuk meraih dukungan rakyat pada saat pemenangan Pilkada semata.

“Saya mengajak kepada Plt. Gubernur Aceh untuk melibatkan seluruh stakeholder terkait dalam setiap rencana pengambilan kebijakan strategis agar dapat diterima oleh semua pihak. Bukankah untuk mewujudkan Aceh Hebat kita butuh kerja kolektif dengan melibatkan seluruh sumber daya dan elemen yang ada di Aceh?” kata Tiyong.[](rilis)

Editor: portalsatu.com
Sumber: Portalsatu

To Top