Aceh

Wakil Bupati Waled Husaini Jabat Ketua Alim Ulama Zawiyah Aceh Besar

FOTO : MC ACEH BESAR

Aceh Besar – Wakil Bupati Aceh Besar, Waled Husaini menghadiri acara musyawarah & sillaturrahim, serta pengukuhan Forum ‘Alim ‘Ulama Zawiyah Aceh Besar (FOUZABES) 2019, di Dayah Nahzatul Jadid Al-Amiriah, Desa Kayee Lee, Kec. Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis ( 7/3/2019).

Turut hadir pada acara ini Tgk Muhammad Ismi, atau yang akrab disapa dengan Abu Madinah, Tgk. Bulqaini, dan juga Tgk. Munir Abd Al-Asyie, serta beberapa ulama besar lainnya.

Dalam sambutannya, Tgk. Munir Abd Al-Asyie sebagai ketua panitia, berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu guna terselanggaranya acara ini, dan juga mengajak agar seluruh elemen masyarakat untuk bisa menyamakan misi dan visi dengan pemerintah. Dia juga menambahkan bahwa forum ini sangat mendukung pemerintahan Aceh Besar, dalam menjalankan pemerintahan berbingkai syari’ah.

Acara ini juga diisi dengan pelantikan pengurus Forum ‘Alim Ulama Zawiyah Aceh Besar yang baru, periode 2019-2023. Sebelum dilantik, para pengurus baru diminta kepastian kesediaannya untuk menjadi pengurus, yang disertai dengan sumpah untuk menjalan segala ketentuan yang ada.

Sementara Waled Husaini yang merupakan Wakil Bupati Aceh Besar, dilantik langsung oleh Abu Madinah, sebagai Ketua Umum Forum ‘Alim Ulama Zawiyah Aceh Besar, dan didampingi oleh Tgk. Marbawi Yusuf sebagai Sekretaris Umum periode 2019-2023.

Dalam sambutannya, Waled Husaini menjelaskan sebab-musabab forum ini dibentuk. Ia menjelaskan bahwa forum ini dibentuk guna menyatukan alim ulama Aceh Besar dalam satu wadah, untuk bisa sama-sama membantu agar tegaknya syari’ah islam di Aceh Besar.

Adapun forum ini merupakan sebuah wadah komunikasi yang diisi oleh para tokoh ‘alim ‘ulama yang sudah berkompetensi di bidangnya masing-masing. Selain untuk bisa mempererat bersillaturrahim, diharapkan forum ini untuk bisa bersama-sama membantu mengontrol kebijakan pemerintahan, khususnya yang berkaitan dengan syari’at islam.

“Saya sendiri sangat butuh bantuan para ulama untuk menerapkan syari’ah yang mana saya juga sebagai pimpinan pemerintahan, maka itu saya mengharapkan agar forum ini, bisa bersama-sama menyatukan pikiran, saling bersinergi untuk sama-sama membangun Aceh Besar dalam bingkai syari’ah,” tegasnya.

Untuk membangun Aceh Besar, ulama harus berkiprah didalamnya, agar bisa mengontrol segala kebijakan-kebijakan pemerintah. Untuk saat ini, Pemerintah Aceh Besar sedang berupaya menerapkan syari’at islam diberbagai aspek.

“Kalaulah ‘ulama tidak ikut mengontrol, maka pemerintah akan berpotensi kecolongan,” tambahnya.

Kata Waled, pada dasarnya, acara ini bertujuan untuk menguatkan tali sillaturrahim antar ulama-ulama se-Aceh Besar. Juga, merekomendasikan kepada pemerintah, agar beberapa Peraturan Bupati Aceh Besar, untuk bisa berubah statusnya menjadi Qanun. Salah satunya adalah, untuk memisahkan ruang belajar antara laki-laki dan perempuan di setiap tingkatan sekolah, baik negeri maupun swasta.

“Mengenai beberapa rekomendasi tersebut, akan dibicarakan di tingkat Forkompimda, dan juga eksekutif, intinya kita akan mengusahakan yang terbaik untuk Aceh Besar,” tutup Waled Husaini.

To Top