Aceh

Aparat Hukum Harus Telusuri Sumber Dana Kampanye Rp 22 Milyar Yang Diungkap Edi Obama

foto Edi Obama dan Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, Nova Iriansyah.

Banda Aceh, – Surat terbuka Edi Obama yang ditujukan kepada PLT Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah, dan menyinggung soal hutang piutang dengan nilai mencapai Rp 22 Milyar saat Pilkada 2017 lalu, mengundang tanda tanya sekaligus reaksi serius dari elemen masyarakat.

“Edy Obama ini selalu mengungkit soal hutang dana kampanye sebanyak Rp 22 Milyar. Saya heran kok bisa ada uang sebesar itu dia, dan darimana sumbernya. Apalagi ditengah kondisi ekonomi Aceh yang masih carut marut. Patut kita pertanyakan sumber dana tersebut dari mana,” demikian diungkapkan Ketua BPI KPNPA RI Aceh, Chaidir Hasballah, Minggu (12/1/2020).

Dikatakan, aparat penegak hukum harus segera menindaklanjuti sumber uang Rp 22 Milyar yang diungkapkan Edy Obama melalui surat terbukanya kepada PLT Gubernur Aceh, yang di klaim sebagai hutang Pilkada 2017. Sehingga tidak menjadi polemik ditengah masyarakat Aceh.

Menurutnya, dana sebesar Rp 22 Milyar yang dimiliki oleh individu tertentu di Aceh, bukanlah jumlah yang sedikit. Apalagi, jika dana milik individu itu digunakan untuk keperluan yang bersifat spekulasi seperti Pilkada, maka ini patut dicurigai.

“Kita berharap aparat Hukum, untuk segera menelusuri dari mana sumber dana Rp 22 Milyar yang masih misterius ini. Patut di curigai atau di duga sumber dana sebesar itu berasal dari Bisnis yang legal atau tidak. Dalam hal ini kita juga tidak menuding siapa-siapa, karena kita percaya aparat penegak hukum pasti bisa mengusutnya secara tuntas. Mohon juga agar pernyataan yang bersangkutan (Edi Obama) melalui surat terbukanya di usut, untuk siapa dana Rp 22 Milyar diberikan,” demikian Chaidir Hasballah.

Sebelumnya, seseorang yang mengatasnamakan Edi Obama mengirimkan surat terbuka dan ditayangkan oleh media di Aceh dengan isinya sebagai berikut:

Surat Terbuka untuk Plt. Nova Iriansyah Nurdin.

Aceh Auto Pilot, Uang Bireuen 22 Milyar, Tuan Nova Mabuk Kepayang.

Yang saya hormati Tuan Nova Iriansyah yang hari ini menjabat PLT Gub Aceh. Tuan Nova perlu ketahui, bahwa sejak dua tahun belakangan ini, rakyat Aceh tidak mendapatkan PELAYANAN atas haknya oleh negara dalam hal ini pemerintah Aceh.

Banyak program Pro Rakyaf yang Tuan Nova tidak prioritaskan penyelesaiannya, Tuan Nova mengabaikan PEMBANGUNAN RUMAH DHUAFA pada tahun 2018 dan 2019. Ditambah dengan RENCANA PEMBELIAN PESAWAT N 25 adalah ibarat menabur asam cuka diatas luka rakyat.

Visi misi Aceh Hebat yang disusun Team Irwandi Nova, anda buang karena merasa anda hebat dan jago dalam segala bidang, anda telah menutup mata atas perjuangan partai, relawan – rakyat – ulama dalam perjuangan untuk anda pada pilkada 2019.

Tuan Nova, dengan banyaknya masalah seperti hari ini, Aceh seperti tak bertuan, kehilangan pemimpin yang peduli, kehilangan roh dan harga diri, Tuan Nova, Aceh Hari ini Auto Pilot.

Tuan Nova, saya tak mempermasalahkan Mertua anda jadi Kabid di dinas pendidikan Aceh, Tuan nova saya tidak mempermasalahkan anda dan dua keluarga besar anda menikmati hidup dari sari pati APBA.

Tapi yang saya sayangkan, Tuan telah terlena dengan kopi yang dituangkan dalam sloki yang membuat Tuan lupa diri atas keringat dan uang yang dikorbankan orang dalam dalam pilkada.

Tuan Nova, Uang Kampanye dari Bireuen untuk pasangan Irwandi-Nova saat itu adalah 22 Milyar, anda sangat tahu tapi anda pura pura tidak tahu, dan itu uang pribadi serta bukan uang dari proyek atau uang yang didapatkan dari dalam goni di jalanan.

Setahu saya pengusaha yang berinisial M yang anda banggakan dan memonopoli semua proyek pemerintah aceh saat ini adalah timses kandidat lain, tapi hari ini menjadi penentu segala kebijakan anda.

Dan dua jubir anda juga team pasangan lain. Artinya apa? Anda telah bekerja dengan dengan musuh politik, dan membuang teman sendiri yang siang malam berkorban untuk kenikmatan dan kekuasaan yang sedang anda nikmati sekarang ini.

Tuan Nova, Kekuasaan itu memabukkan, Tuan telah mabuk kepayang, milyaran uang kami, anda abaikan, anda pura pura tidak tahu dan membuat konflik dengan kami agar anda tak perlu balas budi, Tuan nova anda benar-benar telah lupa diri.

Dan jangan Tuan anggap, kami hanya seekor kambing yang cuma bisa meratapi segala keadaan hari ini, CAMKAN itu, kami akan buat perhitungan dengan Tuan, tentu dengan cara kami.

Demikian surat terbuka ini.[]

To Top