Hukum

Bukan Rp 500 Juta, Irwandi Yusuf Diduga Minta Suap Rp 1 Miliar

Bupati non aktif Kabupaten Bener Meriah, Ahmadi

Banda Aceh – Sidang perdana kasus korupsi yang menjerat Bupati non aktif Kabupaten Bener Meriah, Ahmadi, bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (27/9/2018) di Jakarta.

Agendanya, pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Siang tadi JPU KPK telah membacakan dakwaan untuk terdakwa Ahmadi, Bupati Bener Meriah,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Dalam dakwaan tersebut, Ahmadi diduga telah menyuap Gubernur Aceh non aktif Irwandi Yusuf sebesar Rp 1,05 milliar.

Suap itu diduga agar gubernur mengarahkan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemerintah Aceh memenangkan rekanan yang telah dipilih oleh terdakwa.

Permintaan suap sendiri disampaikan Hendri Yuzal, yang merupakan ajudan Irwandi Yusuf, kepada Muyassir (ajudan terdakwa). Muyassir lantas menyampaikan permintaan itu pada Ahmadi, dan Ahmadi menyetujuinya.

“Terdakwa Ahmadi diduga menyuap Irwandi Yusuf, Gubernur Aceh total sekitar Rp 1.050.000.000,- dengan maksud agar Irwandi Yusuf mengarahkan unit layanan pengadaan (ULP) Pemerintah Aceh memberikan persetujuan terkait dengan usulan Terdakwa agar kontraktor atau rekanan dari Kabupaten Bener Meriah yang telah diusulkan oleh Terdakwa dapat mengerjakan program/kegiatan pembangunan yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2018 di Kabupaten Bener Meriah,” kata Febri.

Febri mengungkapkan, sejumlah fakta telah diuraikan di dalam salinan dakwaan dan akan dibuktikan satu persatu di muka persidangan.

“Karena terdakwa tidak mengajukan eksepsi, maka pada persidangan berikutnya, Senin 1 Oktober 2018, JPU KPK akan mulai mengajukan saksi-saksi untuk kepentingan pembuktian dakwaan,” tambah Febri.

KPK mengajak masyarakat, khususnya warga Aceh untuk mengawal persidangan ini karena dana DOK Aceh tersebut semestinya dapat dinikmati masyarakat Aceh.

“Adanya korupsi tentu saja akan merugikan masyarakat dan hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu saja,” tutup Febri.

Ahmadi dan Irwandi Yusuf ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan pada bulan Juli 2018 lalu. Selain Irwandi dan Ahmadi, KPK juga menetapkan dua orang dari swasta yaitu Hendri Yuzal dan Saiful Bahri. | MAG 002

Sumber: Beritakini.co

To Top