DPRD DKI dari Demokrat-PAN Minta Nama Laksamana Keumalahayati Jadi Nama Jalan

Laksamana Keumalahayati

JAKARTA – Fraksi Demokrat-PAN Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DPRD DKI) Jakarta meminta kepada Pemerintah Provinsi setempat agar segera merealisasi perubahan nama Jalan Kelapa Gading Boulevard-Jakara Utara atau Jalan Kalimalang-Jakarta Timur menjadi Jalan Laksamana Keumalahayati.

Permintaan itu disampaikan melalui surat Nomor 06/SK/F.PD-PAN/DPRD/1/19 tanggal 29 Januari 2019 yang ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dalam yang ditandatangani Ketua Fraksi Demokrat-PAN DPRD DKI Jakarta Taufiqurrahman itu  disebutkan wacana menganti nama jalan tersebut diusulkan Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (PPTIM) sebagai bentuk penghargaan kepada Pahlawan Nasional asal Aceh, Laksamana Keumalahayati.

Baca Juga:  Jakarta Seperti Singapura-Bangladesh karena Perencanaan Tak Konsisten

Dalam surat tersebut, Taufiqurrahman menyebutkan pihaknya telah beraudiensi PPTIM. pada audiensi itu disampaikan bahwa sebagai perwakilan Aceh di Jakarta, PPTIM sudah secara resmi menyurati Gubernur DKI Jakarta agar mengupayakan nama Laksamana Keumalahayati dapat diabadikan sebagai nama jalan di Provinsi DKI, menggantikan nama Jalan Kelapa Gading Boulevard-Jakara Utara atau Jalan Kalimalang-Jakarta Timur.

Baca Juga:  Jakarta Seperti Singapura-Bangladesh karena Perencanaan Tak Konsisten

PPTIM juga sudah beberapa kali melakukan audiensi dengan Kesbangpol dan sejumlah instansi terkait di lingkungan DKI Jakarta , Namum sampai saat ini belum terealisasi, padahal sebelumnya dijanjikan akan terealisasi sebelum hari Pahlawan 10 November 2018.

Untuk diketahui, Presiden Jokowi menetapkan empat nama Pahlawan Nasional baru di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (9/11/2017). Perwakilan ahli waris dari keempat tokoh heroik itu menerima plakat Pahlawan Nasional dari Jokowi.

Baca Juga:  Jakarta Seperti Singapura-Bangladesh karena Perencanaan Tak Konsisten

Keempat Pahlawan Nasional baru itu adalah Laksamana Malahayati dari Aceh, Zainuddin Abdul Madjid dari NTB, Mahmud Riayat Syah dari Kepri, dan pendiri HMI Lafran Pane dari Yogyakarta.

Penetapan keempat tokoh ini sesuai dengan Kepres No 115/TK/Tahun 2017. Surat keputusan ditandatangani Jokowi pada 6 November 2017.

  • 206
    Shares

loading...

Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat akurat dan berkualitas kepada masyarakat aceh nasional dan dunia ?

ikuti kami

Copyright © 2019 Kabaracehnews.com. All right reserved