Kabaracehnews

Umum

Iskandar Alfarlaky Bagi Sembako untuk Warga Miskin di Aceh Timur

Aceh Timur – Ketua Fraksi Partai Aceh (PA) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.HI, berkunjung ke rumah warga yang rumah tidak layak huni di Gampong Matang Rayeuk PP dan Gampong Matang Bungong, Kecamatan Idi Timur, Aceh Timur, Jumat (25/01/2019).

Iskandar Usman Al-Farlaky melihat langsung kondisi rumah yang tidak layak huni Milik Safrizal (46) dan Junaidi (32) dalam waktu dekat kedua rumah di janjikan akan bangun rumah layak huni buat mareka dan dalam kunjungan Iskandar juga menyerahkan bantuan berupa sembako kepada pemilik rumah tersebut.

Dan juga sempat menjenguk Ibu Fatimah Amin yang sudah berumur 100 tahun mamak dari Eks kombatan GAM Alm Daud yang meninggal dimasa konflik

Di mana sebelumnya saya mengetahui informasi ini dari media bahwa ada rumah yang tidak layak huni di Aceh Timur, setelah saya tinjau kelapangan ternyata benar bahwa rumah tersebut tidak layak huni dan patut untuk kita bantu,” kata Iskandar Usman Al-Farlaky, S.HI.

Baca juga:  Potret Kemiskinan di Aceh Utara, Mawardi Tinggal di Gubuk Reyot

Iskandar Usman Al-Farlaky juga mengatakan secara kemanusiaan layak dibantu rumah layak huni untuk mereka, apalagi mereka sama-sama mempunyai anak yang satu Safrizal (46) mempunyai 5 anak dan yang satu lagi Junaidi (32) mempunyai satu anak.

“Di tahun 2018 untuk tahun 2019 sudah kita lakukan pembahasan, jadi ketika ada peluang kita target di perubahan anggaran APBA di bulan Juni sampai bulan Juli ini, jika ada kesempatan di bulan Juni dan Juli ini akan langsung kita perjuangkan untuk mereka, jika emang tidak ada di perubahan maka akan kita perjuangkan di anggaran murni di tahun berikutnya,” jelas Iskandar.

Baca juga:  Abu Razak: Alhamdulillah Partai Aceh Diminati Kaum Muda Aceh

Seperti diberitakan sebelumnya oleh ACEHSATU.com, rumah dihuni Safrijal (46) bersama istrinya Dessy Wahyuni (36) dengan 5 orang anaknya, 4 diantaranya sudah sekolah.

Di rumah yang berukuran 4X3 meter persegi ini penghuninya harus tidur bersama-sama.

Keluarga ini terpaksa tinggal dengan keadaan tersebut karena tidak mampu untuk membangun rumah yang layak. Keluarga ini terpaksa tinggal dengan keadaan tersebut karena tidak mampu untuk membangun rumah yang layak.

Dessy mengungkapkan, pekerjaan suaminya Safrijal sehari-hari sebagai montir membuat Tv orang yang rusak. Jangankan untuk membangun rumah, makan sehari-hari pun kesulitan.

“Saya berharap kepada pemerintah memberikan kami bantuan rumah yang layak huni, supaya saat hujan atau angin anak-anak kami tidak lagi ketakutan rumah akan roboh,” harap ibu lima anak ini dengan menetes air matanya. (*)

Sumber: Acehsatu.com

To Top