Aceh

Jual Tanah ke Ahmadi, Dua Warga Bener Meriah Diperiksa KPK

Bupati Bener Meriah non aktif, Ahmadi bersama Gubernur Aceh non aktif, Irwandi Yusuf. Foto: Ist

Bener Meriah – Tidak terbersit bahkan dalam mimpi sekali pun Darussalam (41), dan Samsul Bahri (60), bersentuhan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Itulah rahasia Ilahi, siapapun tidak dapat menghidarinya jika Allah sudah berkehendak.

Darus–panggilan akrab Darussalam–dan Pak Ecek–panggilan akrab Samsul Bahri–diperiksa KPK, kemarin (16/8), satu hari menjelang peringatan ke 73 Tahun Indonesia merdeka. Keduanya harus memenuhi panggilan penyidik KPK untuk diperiksa sebagai saksi di Dirkrimsus Polda Aceh.

Pemanggilan mereka berdua dimaksudkan untuk kepentingan pemeriksaan dalam rangka penyidikan tindak pidana korupsi guna didengar keterangannya. Dalam surat panggilan yang dikeluarkan KPK, disebutkan bahwa mereka berdua diperintahkan menghadap penyidik KPK Rilo Pambudi dan tim yang bertempat di Aula Dirkrimsus Polda Aceh pada pukul 10.00 WIB.

Keduanya diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi yang diduga dilakukan oleh tersangka Gubernur Aceh non aktif Irwandi Yusuf bersama-sama Hendri Yuzal dan T Saiful Bahri sebagai penerima hadiah atau janji dari Bupati Bener Meriah non aktif Ahmadi, terkait pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun Anggaran 2018 untuk Kabupaten Bener Meriah pada Pemerintah Aceh.

Dalam surat panggilan penyidik tersebut juga tertulis bahwa pemanggilan ini terkait dengan tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 Undang- undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Surat tersebut diteken oleh Plh Direktur Penyidikan Sigit Haryono pada tanggal 15 Agustus 2018.

Nama mereka berdua tidak setenar nama-nama pejabat Aceh yang ikut diperiksa sebagai saksi oleh KPK. Publik pun bertanya-tanya apa kaitan antara Darus dan Pak Ecek yang bukan pejabat negara ataupun rekanan proyek DOKA maupun Otsus Aceh. Lalu dimana hubungan antara mereka berdua dengan kasus yang sedang membelit Irwandi Yusuf dan Ahmadi?

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Pak Ecek dan Darus beralamat di Simpang Tiga Redelong, Kabupaten Bener Meriah. Pak Ecek diketahui merupakan tokoh masyarakat di kampungnya, dan Darus berprofesi sebagai konsultan.

Sumber ajnn di Bener Meriah menyebutkan Darus adalah pemilik kebun seluas tiga hektare yang terletak di Desa Paya Ringkel, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah. Sementara Pak Ecek adalah pemilik tanah yang terletak di Samping Jalur Dua Samping Bandara Rembele Kecamatan Bukit, Bener Meriah.

Berdasarkan informasi yang didapatkan  bahwa adanya temali antara Darus dan Pak Ecek bermula dari adanya transaksi jual beli lahan antara Ahmadi dan keduanya. Dimana Pak Ecek menjual lahannya yang terletak didekat Bandara Rembele seluas 40 x 30 meter yang bernilai Rp 1,3 miliar kepada Ahmadi pada bulan November 2017.

Sementara Darus juga pada bulan Maret 2018 menjual kebun kopinya kepada Ahmadi. Di atas lahan kopi milik Darus yang sudah dibeli Ahmadi sedang dibangun rumah. Harga lahan tersebut mencapai Rp 1,5 miliar.

Bahkan, berdasarkan informasi dari sumber ajnn yang terpercaya, bahwa tanah yang dibeli oleh Ahmadi dari Pak Ecek dan Darus itu diduga diperuntukkan untuk Gubernur Aceh non aktif Irwandi Yusuf. Hadiah berupa kebun yang di atasnya dibangun rumah serta lahan yang rencananya akan dibangun villa diduga berkaitan dengan proyek-proyek DOKA Bener Meriah dan Otsus yang berada di Bener Meriah.

Sumber: Ajnn.net

Berita Popular

To Top