Kabaracehnews

Aceh

Keuchik Munirwan ditahan, Mahasiswa Segel Kantor Bupati Aceh Utara

Aksi Mahasiswa di depan Kantor Bupati Aceh Utara. Foto: AJNNN.Net/Sarina

Aceh Utara – Gabungan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Universitas Malikussaleh yang melakukan aksi damai di depan Kantor Bupati Aceh Utara akhirnya memilih untuk menyegel kantor pejabat nomor satu tersebut. Pasalnya, pihaknya merasa kesal karena Bupati, Muhammad Thaib tidak berada di tempat.

Dari Pantauan, mahasiswa juga memasuki gedung kantor bupati, dan memilih untuk duduk di tangga lantai pertama untuk menunggu pejabat nomor satu di Aceh Utara.

“Kenapa kami hari ini melakukan aksi penyegelan, ini merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa, karena ketika kami mendatangi kantor bupati, wakil dan dekda tidak ada, dan mereka beralibi mengatakan bahwasanya mereka ada tugas di luar kota,” kata Koordinator Aksi, Muhammad Fadli, Jumat (26/7/2019).

Baca juga:  Bocah Syahril Ramazan Diusia 44 Hari, Menderita Tumor

Namun, kata Fadli, ketika mereka meminta surat tugas, tetapi tidak diberikan. Padahal menurut Undang-undang keterbukaan informasi publik itu bisa diberikan kepada masyarakat yang menyebutkan mereka betul kalau berada di luar kota.

“Karean tidak diberikan surat tugas, kami menyegel ini, karena tuntutan kami tidak bisa didengar oleh pejabat penting di Aceh Utara itu,” ujarnya.

Sambungnya lagi, pihaknya akan terus melakukan penyegelan sampai betul-betul dilihat oleh masyarakat bahwasanya memang hari ini Pemkab Aceh Utara tidak hadir mewakili daerah untuk masyarakat setempat.

Sementara itu, Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kabag Ops Kompol Andi Sofyan mengatakan, aksi mahasiswa ini terkait dengan salah satu kepala desa di Aceh Utara yang sedang diproses di Polda.

Baca juga:  Zakaria Abdullah Warga Aceh Utara Ditemukan Meninggal Dunia di Semak-semak

Tgk. Munirwan yang telah ditahan di Mapolda Aceh sejak Selasa (23)/7) pasca dilaporkan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh karena telah memproduksi dan mengedarkan (memperdagangkan) secara komersil bibit padi IF8 yang belum dilepas varietasnya serta belum disertifikasi atau memiliki label.

“Untuk aksi penyegelan ruangan tetap kami tidak mengizinkan mereka, karena penyegelan dengan hubungan yang mereka ajukan ke kami tidak ada hubungannya, karena mereka datang ke sini untuk melakukan aspirasi supaya proses keuchik ini bisa diselesaikan secara kompetasi, namun tiba-tiba mereka menyegel, namun tetap kami lakukan pembubaran,” ujarnya.

To Top