Hukum

KPK Perpanjang Masa Penahanan Irwandi Yusuf

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan tersangka Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf. Perpanjangan dilakukan selama 30 hari untuk kepentingan penyidikan.

“Perpanjangan dimulai pada 2 Oktober 2018 hingga 31 Oktober 2018,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, Jumat (28/9/2018).

Dalam kasus ini, Irwandi bersama dengan Bupati Bener Meriah, Ahmadi terjerat kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji yang bertentangan dengan kewajibannya terkait dengan pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun Anggaran 2018 pada Pemerintah Provinsi Aceh.

Adapun Dana Otonomi Khusus Aceh Tahun Anggaran 2018 itu sebesar Rp 8 triliun. KPK juga menetapkan dua pihak swasta Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri. Keduanya bersama dengan Irwandi disebut sebagai penerima.

Sementara, Ahmadi disebut sebagai pemberi. Dalam konstruksi perkara, KPK menduga upaya pemberian uang Rp 500 juta dari Ahmadi kepada Irwandi terkait fee ijon proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh Tahun 2018.

Diduga pemberian tersebut merupakan bagian dari commitment fee 8 persen yang menjadi bagian untuk pejabat di Pemerintah Aceh dan setiap proyek yang dibiayai dari dana DOKA. Pemberian uang kepada Irwandi tersebut diketahui dilakukan melalui orang-orang terdekatnya serta orang-orang terdekat Ahmadi sebagai perantara. Saat ini KPK masih mendalami dugaan penerimaan-penerimaan sebelumnya.

Sumber : KOMPAS

To Top