Lakukan Mutasi Besar-Besaran,Nova Iriansyah Mulai “Tinggalkan” Irwandi ?

2105 views

Banda Aceh-Langkah Plt Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah, yang melakukan mutasi sebanyak 626 pejabat eselon III dan IV jabatan fungsional, administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Aceh, Senin (17/9/2018), menuai kecaman dari berbagai pihak. Sang Plt dinilai telah “lancang” meninggalkan Partai Nasional Aceh (PNA) yang merupakan gerbong utama paket Irwandi-Nova menuju pendopo pada pilkada lalu.

Suara-suara sumbang mulai terdengar sejak Gubernur aceh Irandi Yusuf tertangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (3/7/2018). Bahkan ada pula yang menuduh bila penangkapan itu dilakukan atas skenario yang melibatkan Nova Iriansyah.

Ketika menggelar aksi simpatik terhadap penangkapan Irwandi Yusuf yang dinilai sarat rekayasa, Koordinator Aksi Koalisi Masyarakat Aceh Bersatu (KMAB), Fahmi Nuzula mengeluarkan pernyataan dalam aksi mereka di depan Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Banda Aceh, Senin (9/7/2018). Dia mengatakan ada yang sedang bermain di Tanah Rencong. Fahmi mencurigai Wakil Gu­bernur Nova Iriansyah bermain dalam kasus tersebut. “Saya tidak takut mengata­kan, Nova Iriansyah tolong Anda jangan bermain. Kami mencurigai Anda bermain di Tanah Ren­cong,” kata Fahmi kala itu.

Tentu apa yang disampaikan oleh Fahmi Nuzula dibantah oleh Nova Iriansyah. Melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh Wiratmadinata dan Saifullah Abdulgani sesaat setelah menerima Surat Tugas sebagai Plt Gubernur Aceh dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo di Jakarta, Senin (9/7), Nova menolak semua tuduhan itu.

“Pernyataan Fahmi dalam orasi saat demo itu, tidak benar. Saya menyatakan berduka atas apa yang menimpa Irwandi dan teman-teman lainnya saat ini. Tetapi kita harus menyikapinya dengan tenang dan bijaksana,” terangnya.

***

Walau Nova sudah melakukan klarifikasi, tapi stigma negatif terhadapnya terlanjur dilabel paska peristiwa OTT terhadap Irwandi Yusuf. Di kalangan akar rumput dan level menengah, Nova kadung dianggap telah menelikung.

Baca juga:  Rayakan May day 2019, Plt Gubernur Aceh Ikut Konvoi Bersama Buruh

Kecurigaan tersebut kian meruncing kala sang Plt melakukan mutasi lebih dari 626 PNS di lingkungan Pemerintah Aceh. Nova dinilai telah sangat lancang melakukan mutasi, padahal Irwandi Yusuf selaku Gubernur Aceh non aktif, belumlah dinyatakan berhalangan tetap.

Ketua DPP PNA Kritik Nova

Sementara itu, Ketua I DPP Partai Nasional Aceh (PNA) Tarmizi (18/9/2018) menyebutkan Nova Iriansyah terkesan telah meninggalkan PNA, dan memilih berjalan sendiri. Padahal sebagai salah satu pengusung Irwandi-Nova, PNA bukanlah tim gurem, tapi memegang peranan sentral yang tidak bisa dilakukan oleh partai pengusung lainnya.

Tarmizi menyebutkan, PNA secara organisasi sudah pernah mengirimkan surat permohonan pertemuan khusus dengan Nova Iriansyah dalam kapasitasnya sebagai Plt Gubernur Aceh. Tapi surat itu hingga saat ini belum dibalas. Memang, Nova pernah melakukan pertemuan dengan partai pengusung, tapi PNA memilih tidak hadir, karena ingin bertemu secara lebih khusus. “PNA tidak hadir kala itu, kami minta pertemuan khusus antara PNA dan Plt, tapi surat itu tidak dibalas hingga malam ini,” kata Tarmizi kepada aceHTrend, pukul 20.30 WIB.

Tarmizi juga mengatakan, ia juga sudah bertanya kepada beberapa petinggi lainnya di PNA, semua mengaku tidak ada komunikasi apapun dengan Plt Gubernur Aceh.

Macetnya komunikasi tersebut, sangat disayangkan oleh Tarmizi, karena sebagai pananggungjawab saksi yang berjumlah 19 ribu orang pada masa pilkada 2017, ia tiap hari mendapatkan telepon dari daerah, dari berbagai pihak, tentang capaian kinerja pemerintah, serta capaian program yang pernah disusun.

“Karena komunikasi macet, saya tentu tidak tahu harus menjawab apa. Tentu ini beban berat yang harus saya pikul, saya kira ini tidak ideal dan justru merugikan PNA secara politik,” kata Tarmizi.

Dalam kesempatan itu Tarmizi juga mengkritik mutasi yang dilakukan oleh Nova Iriansyah. Menurut lelaki yang akrab disapa Wak Tar itu, memutasi sebanyak 626 orang PNS, jelang tiga bulan tutup tahun anggaran berjalan, merupakan tindakan yang aneh.

Baca juga:  Plt Gubernur Lepas keberangkatan Tim Ekspedisi Jalur Darat 34 Gubernur

Ia menilai perubahan karena mutasi tersebut akan berdampak pada kinerja Pemerintah Aceh. “Orang baru di tempat baru, tentu harus menyesuaikan diri terlebih dahulu. Sejauh pengetahuan saya, serapan APBA baru 36 %, masih sangat sedikit, ditambah lagi dengan mutasi tersebut, ini akan semakin memperlambat lajunya roda Pemerintah Aceh,’ ujar Wak Tar.

Jubir: Plt Gubernur Tidak Mengkhianati Siapapun

Sementara itu, menjawab semua tudingan yang dialamatkan kepada Plt Gubernur Aceh Nova Irianyah, Juru Bicara Pemerintah Aceh Wiratmadinata, secara terpisah mengatakan Nova tidak meninggalkan Irwandi Yusuf. “Tidak benar itu, tidak betul itu,” kata Wira.

“Sejak awal hingga saat ini Pak Plt tetap menghormati Pak Irwandi Yusuf, komunikasi mereka tetap baik-baik saja,” kata Wira.

Menurut Wira, tudingan yang dialamatkan kepada Plt sangat tendensius. Ia mengatakan meskipun Irwandi Yusuf sedang non aktif, tapi roda pemerintahan tetap harus bergulir, sebagai Plt Nova Iriansyah hanya menjalankan tugasnya sebagai pelaksana tugas, yang artinya ia hanya menjalankan tugas-tugas Gubernur Aceh, agar pemerintahan tetap berjalan. Untuk itu seluruh agenda Pemerintah Aceh harus dijalankan oleh Plt, selama Irwandi Yusuf berhalangan sementara.

Terkait mutasi, Wiratmadinata menjelaskan, bahwa itu merupakan bagian menyeluruh dari mutasi sebelumnya di jajaran eselon. “Sebelumnya tahapan untuk eselon II, sekarang ini untuk eselon III dan ke depan untuk eselon IV. Ini program Pemerintah Aceh yaitu penguatan aparatur pemerintahan untuk mendukung program-program Aceh Hebat,” kata Wira.

Ia dalam kesempatan itu mengatakan Plt tidak dalam posisi mengkhianati siapapun, ia tetap hormat kepada Irwandi Yusuf. “Tidak, Plt tidak mengkhianati siapapun, beliau menjalankan tugas sebagai pelaksana tugas sesuai dengan aturan yang berlaku,” katanya.

Sumber:acehtrend

mutasi pejabat nova iriansyah

Posting Terkait