Kabaracehnews

Aceh

Muzakir Manaf Minta Pleno KIP Aceh Ditunda

Ketua Umum DPA Partai Aceh Muzakir Manaf. Foto: AJNN.Net/Suar

Banda Aceh – Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA PA) meminta kepada Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh untuk segera menunda rapat pleno yang sedang berlangsung di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).

Ketua Umum DPA Partai Aceh Muzakir Manaf mengatakan penundaan harus dilakukan sampai masalah Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Desa Owaq (sebelumnya ditulis Oak), Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah selesai digelar.

Untuk diketahui, Dewan Pimpinan Wilayah Partai Aceh (DPW PA) Aceh Tengah menemukan adanya indikasi dugaan kecurangan pada pelaksaan Pemilu 17 April 2019. Kecurangan itu ditemukan di Desa Owaq pada TPS 01/26 dan 02/27.

Kecurangan itu juga sudah dilaporkan ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Linge. Tapi tidak ada tindakan apapun dari PPK Kecamatan Linge menanggapi laporan para saksi partai ini.

Bahkan usai pelaporan, pihak PPK tidak mengeluarkan berita acara kejadian yang seharusnya dilakukan sesuai peraturan yagn berlaku yang harus diberikan kepada para saksi partai yang membuat laporan.

Baca juga:  Anggota Dewan Bireuen Rusyidi Mukhtar Komit Bantu Balai Pengajian

Karena tidak adanya berita acara, para saksi partai tersebut membuat pernyataan keberatan saksi atau catatan kejadian khusus rekapitulasi hasil perhitungan perolehan suara ditingkat kecamatan (Model DA2-KPU) yang ditanda tangani oleh PPK Kecamatan Linge pada 30 april 2019 di Isaq.

Menyusul pernyataan keberatan tersebut, akhirnya keluarlah Rekomendasi Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Linge nomor 29/BAWASLU.AC.08/IV/2019, yang ditujukan kepada Ketua PPK Kecamatan Linge di Isaq, bahwasanya ditemukan pelanggaran yaitu perbedaan antara data C7 dengan jumlah surat suara yang digunakan.

Berdasarkan temuan ini, Panwaslu Linge merekomendasikan kepada PPK Kecamatan Linge untuk dilakukan Pemungutan Suara Ulang pada tingkat TPS 26 dan TPS 27 Desa Owaq. Anehnya, PPK mengabaikan rekomendasi Panwaslu Linge, dan malah langsung melaksanakan pleno kecamatan, sehingga sejumlah saksi menolak menandatangai DAA dan DA1.

Baca juga:  Muzakir Manaf: Milad GAM Sebagai Cermin titik balik Perjuangan

Pada tanggal 6 Mei 2019, dikeluarkan pernyataan keberatan saksi atau Catatan Kejadian Khusus Rekapitulasi Hasil Perhitungan Perolehan Suara Ditingkat Kabupaten Aceh Tengah Pemilihan Umum Tahun 2019 (Model DB2-KPU).

Menurut Mualem–sapaan akrab Muzakir Manaf–pembiaran dan kelalaian yang dilakukan oleh Penyelenggara Pemilu di Aceh Tengah terkait pemungutan dan penghitungan suara di Desa Owaq jelas merugikan Partai Aceh.

“Saya meminta semua pihak berwenang untuk mengusut secara serius permasalahan ini, jangan sampai terkesan itu merupakan upaya untuk memenangkan pihak-pihak tertentu,” tegas Mualem, Jumat (11/5).

Ia juga meminta kepada semua pihak untuk tidak bermain-main dengan suara rakyat, Pemilu harus dilaksanakan berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

“Kesalahan ini ada di KIP Aceh Tengah, dengan ini Partai Aceh menuntut pertanggung jawaban dan keadilan,” kata Mualem.

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.