Obligasi Penyumbang Pesawat di Aceh Bukti Loyalitas Rakyat untuk Negara

Erlina Mutia memperlihatkan bukti obligasi pengumpulan uang untuk membeli pesawat pertama Indonesia milik ayahnya almarhum M Hasan di Desa Ilie, Ulee Kareng, Banda Aceh, Aceh, Sabtu (2/2/2019). Foto: Antara Aceh

Banda Aceh – Surat obligasi penyumbang dana untuk pembelian Pesawat Dakota RI 001 Seulawah pada tahun 1950 di Provinsi Aceh sebagai bukti loyalitas rakyat untuk Negara Indonesia, kata Erlina Mutia Binti M Hasan, keluarga penyumbang dana pembelian pesawat itu.

“Rakyat Aceh sangat loyal terhadap negara ini, dulu orang Aceh secara bersama-sama mengumpulkan dana untuk pembelian pesawat Dakota RI 001 Seulawah,” ujar Erlina yang juga anak kandung M Hasan (Penyumbang Dana Pembelian Pesawat Dakota RI 001 di Gampong (desa) Ilie, Ulee Kareng, Banda Aceh, Sabtu.

Pesawat Dakota RI-001 Seulawah ?merupakan cikal bakal berdirinya perusahaan penerbangan niaga pertama Indonesian Airways atau PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dibawah kontrol Badan Usaha Milik Negara (BUMM).

Baca Juga:  Start dari Aceh, Bus Pengusaha Muda Jokowi-Ma'ruf Keliling Indonesia

“Ayah saya lahir tahun 1920 dan beliau menyumbang dana Rp500 pada tanggal 28 Agustus 1950 untuk pembelian pesawat Dakota RI 001 Seulawah,” sebutnya sembari memperlihatkan surat obligasi itu.

Obligasi pengumpulan uang dari rakyat Aceh untuk membeli pesawat itu merupakan milik Almarhum M Hasan diserahkan kepada Pemerintah Indonesia di Kantor Kewedanaan Lamlo (sekarang pemekaran menjadi Kecamatan Bakti) Gampong (desa) Ili, Pulo Raya, Kecamatan Titeu, Pidie.

“Surat ini dikasih Almarhum Ayah saya sekitar tahun 1986 dan beliau meninggal pada Agustus 2004,” kenangnya.

Baca Juga:  Puluhan TKA asal Tiongkok tanpa dokumen diusir dari Aceh

Ia menceritakan, Almarhum M Hasan pernah berpesan kepadanya untuk tidak meminta imbalan dari sumbangan tersebut dan tidak menuntut untuk dikembalikan, namun jika diberikan diterima.

“Ayah saya ikhlas menyumbang untuk negara dan beliau pernah pesan kepada saya untuk tidak menuntut dikembalikan modal itu, namun jika diberikan ya kami terima,” ulanjutnya sembari menunjukkan foto almarhum ayahnya.

Obligasi tersebut, kata Erlina pernah diminta oleh salah satu anggota DPR Aceh, namun hingga sekarang ia belum menerima informasi perkembangan dari obligasi itu.

“Guruda Indonesia itu cikal bakal dari Dakota RI 001 Seulawah. Untuk itu saya berharap maskapai tersebut ada perhatian khusus kepada seluruh warga Aceh,” harapnya.

Baca Juga:  KPU Coret Aceh dan Papua dari Daftar Lokasi Debat Capres 2019

M Hasan merupakan salah seorang dari puluhan atau bahkan ratusan rakyat Aceh lainnya yang ikut ?menyumbangkan dana untuk pembelian pesat Dakota RI 001 Seulawah.

Sebelumnya, pemilik obligasi pembelian pesawat itu Nyak Sandang asal Gampong Lhuet, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya yang difasilitasi oleh salah seorang relawan dan Stasion TV Swasta berangkat ke Ibu Kota Jakarta dan pada Rabu (21/3) bertemu Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta.

Sumber: Antara

  • 377
    Shares

loading...

Berikan Komentar

Berikan Komentar Anda Disini

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat akurat dan berkualitas kepada masyarakat aceh nasional dan dunia ?

ikuti kami

Copyright © 2019 Kabaracehnews.com. All right reserved