Kabaracehnews

Berita

Panwaslih Aceh Utara Tertibkan APK di Masa Tenang Pemilu

IMG 20190414 095706 - Panwaslih Aceh Utara Tertibkan APK di Masa Tenang Pemilu
Penertiban APK oleh Panwaslih dan Satpol PP Aceh Utara.

Aceh Utara – Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh Utara menertibkan alat peraga kampanye (APK) parpol peserta Pemilu, Minggu, 14 April 2019, penertiban yang dilakukan selama dua hari itu dilakukan bersama Satpol PP dan mendapat pengamanan dari Polres Aceh Utara.

Kordiv Penindakan dan Penggaran Panwaslih Aceh Utara, Safwani, S.H kepada mediaaceh.co di lokasi menyebutkan, penertiban dulakukan sebagaimana amanat UU Pemilu 2017 dan peraturan teknis lainnya, baik KPU maupun Bawaslu.

“Sesuai aturan, dalam pekan ini tidak ada lagi kampanye apapun yang dilakukan oleh peserta pemilu, sehingga seluruh APK ini harus ditertibkan. Kegiatan penertiban ini kita lakukan serentak selama dua hari, Minggu dan Senin,” ujarnya.

Safwani berharap, seluruh lapisan masyarakat di Aceh Utara mendukung penertiban tersebut. Selain itu, diharapkan kepada peserta pemilu dengan sukarela membersihkan APK mereka masing-masing yang telag dipasang selama masa kampanye, terhitung sejak September 2018 hingga 13 April 2019.

Baca juga:  Jika Terpilih, Prabowo-Sandi Janji Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen

“InshaAllah, sejauh ini tidak ada kendala. Kita juga tidak ada tebang pilih kepada peserta Pemilu. Semua hal yang berhubungan dengan penertiban kita lakukan secara adil bagi seluruh partai, tidak ada pilih kasih. Sebelumnya, kita sudah melakukan rapat koordinasi secara resmi dengan mengundang seluruh parpol untuk memberikan pemahaman terkait dengan masa tenang. Kita juga sudah menyurati secara resmi seluruh parpol untuk penertiban ini,” ungkap Safwani.

Kemarin (Sabtu), kata Safwani, pihaknya bersama Balai Syura Ureung Inong Aceh cabang Aceh Utara telah melakukan sosialisasi kegiatan pengawasan partisipatif ke Kemukiman Seulemak, Kecamatan Langkahan.

“Di Kemukiman Seulemak itu kita dapati, bahwa dari seluruh jumlah pemilih yang ada, 50 persen tidak bisa baca tulis, sehingga menurut mereka ini sangat kendala dalam memberikan suaranya terhadap calon yang ingin mereka pilih. Ini harus ada kerjasama dengan semua pihak terutama pemerintah, lembaga pemerhati demokrasi dan pemilu, serta tentunya Bawaslu bersama KIP untuk melakukan pendidikan penguatan kapasitas yang banyak kepada mereka. Juga kepada dinas terkait, artinya lima tahun ke depan permasalahan ini harus selesai, persoalan baca tulis bagi mereka, sehingga mereka sudah bisa dan mampu memberikan suaranya saat pemilu mendatang tanpa kendala,” beber Safwani.

Baca juga:  BPMA: Cara Tambah "Income" Aceh dengan Eksplorasi Potensi Cadangan Migas yang Ada

Terkait persoalan itu, Safwani yang turun saya langsung ke lokasi turut memberikan beberapa strategi bersama Balai Syura Ureung Inong Aceh. “Kita berikan strategi-strategi, mereka yang sudah punya calon yang akan mereka pilih itu minimal bisa mengetahui nomor urut berapa dan secara otodidak menghitung kolom di kertas suara, sehingga mereka tahu nomor urut berapa yang ingin mereka coblos, karena mereka mengenali lambang partainya,” pungkas Safwani.[]

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.