Para Istri di Aceh Timur Ramai-ramai Gugat Cerai Suami, Kenapa…?

IDI –  Mahkamah Syariah Idi, Aceh Timur selama tahun 2018 menangani sekitar 600 perkara.

“Paling banyak yaitu perkara cerai gugat (perempuan yang daftarakan gugatan ke Mahkamah Syariah). Sedangkan, perkara cerai talak (laki-laki yang menggugat) sebanyak 97 perkara, sehingga total perkara perceraian ditangani Mahkamah Syariah Idi, tahun 2018 sebanyak 382 perkara,” jelas Wakil Ketua Mahkamah Syariah Idi, Hamzah Hazbullah MH kepada Serambi, Jumat (8/2/2019).

Faktor yang menyebabkan tingginya perkara cerai gugat (perempuan mendaftarkan gugatan), jelas Hamzah Hazbullah, karena faktor ekonomi (suami dianggap tidak memberi nafkah), akibat gangguan pihak ketiga, perselingkuhan, dan faktor cacat biologis.

“Sedangkan kasus cerai talak (suami menggugat istri) faktornya karena istri dianggap tidak pernah cukup dengan pemberian suami. Inilah beberapa sebab yang sering menyebabkan terjadinya pertengkaran yang berujung kepada perceraian,” jelas Hamzah.

Baca Juga:  Ustadz Abdul Somad Jadi Saksi Nikah Sahabatnya di Bireuen

Hamzah mengatakan, semua perkara yang mengandung sengketa (kontensius) yang didaftarkan ke Mahkamah Syariah.  wajib dimediasi, dan didamaikan oleh hakim mediator yang ditunjuk oleh Majelis Hakim.

“Jika tidak berhasil didamaikan melalui mediasi, maka kasusnya dilanjutkan ke tahap pemeriksaan pokok perkara, hingga tahap putusan hakim,” jelas Hamzah.

Namun persentase penyelesaian kasus melalui mediasi hanya berhasil 2 persen dari total perkara sengketa yang didaftarkan ke  Mahkamah Syariah.

Dalam persidangan, jelas Hamzah, jika tergugat dua kali tidak hadir, maka majelis hakim langsung memutuskan perkaranya.

Baca Juga:  Baru 20 Menit Menikah, Pengantin Wanita Ini Gugat Cerai Suaminya

Karena ketidakhadiran tergugat dianggap sebagai bukti bahwa tergugat melepaskan hak jawabnya dan di mata dihukum diakui dan dianggap tergugat mengakui dalil gugatan yang diajukan penggugat.

Selain perkara cerai gugat, dan cerai talak, jelas Hamzah, perkara lainnya yang menonjol ditangani oleh Mahkamah Syari’ah Idi yaitu perkara pengesahan nikah (isbat nikah) sebanyak 89 perkara.

Selanjutnya 6 perkara dispensasi kawin seperti menikah di bawah umur bisa diberikan dispensasi menikah berdasarkan penetapan mahkamah syari’ah Idi.

Selanjutnya perkara penetapan ahli waris 21 perkara, perkara kewarisan 6 perkara, perwalian 8 perkara, berebut harta bersama 8 perkara, dan wali adhol 1 perkara.

“Sedangkan perkara jinayah terbanyak jinayah maisir (tindak pidana judi) sebanyak 17 perkara. Sebanyak 12 pekara dieksekusi cambuk, dan selebihnya dipenjara,” cetus Hamzah.

Baca Juga:  Pasangan Pengantin di Lhokseumawe Menikah di Depan Jenazah

Sedangkan memasuki Februasi 2019, jelas Hamzah, total perkara yang ditangani Mahkamah Syari’ah Idi, sekitar 50 perkara, yang juga dominan perkara perceraian.

“Setiap tahun kasus perceraian yang masuk ke Mahkamah Syari’ah Idi terus meningkat, selain perkara perceraian juga perkara berebut harta bersama, dan berebut harta waris,” jelas Hamzah.(*)

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul

Para Istri di Aceh Timur Ramai-ramai Gugat Cerai Suami, Diselingkuhi Hingga Soal Dapur,

Penulis: Seni Hendri
Editor: Ansari Hasyim

 

 

  • 513
    Shares

loading...

Berikan Komentar

Berikan Komentar Anda Disini

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat akurat dan berkualitas kepada masyarakat aceh nasional dan dunia ?

ikuti kami

Copyright © 2019 Kabaracehnews.com. All right reserved