Ekonomi

Petani Muda Bireuen Tangkar Benih untuk 45 Hektar Sawah

Waliyul Hidayah, ST., alumnus Universitas Almuslim, banting setir sebagai petani. [Ist]

Bireuen- Waliyul Hidayah, ST., alumnus Fakultas Teknik Universitas Almuslim yang banting stir menjadi petani, dipercaya oleh PT Ima Meukat Raya sebagai mitra untuk penangkaran benih padi untuk kebutuhan 45 hektar sawah di Bireuen.

Kepada aceHTrend, Senin (11/5/2020) lelaki yang akrab disapa Wali, mengatakan kali ini dia akan menangkar padi jenis benih dasar inpari 32 label putih. Benih dasar diproduksi oleh instansi/badan yang ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan produksinya disertifikasi oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih.

Lelaki asal Jeunib tersebut mengatakan proses penyemaian benih akan dimulai pada Ramadan ke 25 hingga 28. Proses penyemaian juga sangat tergantung cuaca tempatan.

Bagi Wali, kerjasama penangkaran benih dengan PT Imara, bukan pengalaman pertamanya berkolaborasi dengan pihak luar. Setiap tahun dia memiliki kerjasama dengan berbagai entitas yang memiliki bisnis di bidang padi sawah.

Keuntungan bermitra, menurut Wali, harga gabah yang akan dibeli akan lebih mahal ketimbang harga pasar. “Keuntungannya di harga jual gabah ketika panen. Dengan Imara sendiri, saya berharap kami bisa mendapatkan pupuk subsidi dari PT Pupuk Iskandar Muda. Karena Ima Meukat Raya adalah anak usaha PIM,” kata Wali.

Setiap hektare, tambah Wali petani butuh urea 250 kg, SP36 150 kg, ZA 50 kg, organik 100 kg, NPK 300 kg. Dengan jumlah demikian, tersedianya pupuk subsidi tentu sangat membantu menekan biaya produksi. “Selama ini kan yang disubsidi oleh pemerintah hanya 30% dari total kebutuhan. Tapi itu sudah sangat membantu andai kata tersedia di pasar. Maka harapan saya, dengan kerjasama ini ada kepastian tersedianya pupuk subsidi untuk kami yang menggarap 45 hektar. Total benih untuk penangkaran kali ini sebanyak 500 kg,” kata Wali.

 

[]

To Top