Politikus Anti-Islam di Belanda Masuk Islam

Jakarta – Joram van Klaveren, seorang mantan anggota parlemen sayap kanan Belanda dan orang kepercayaan politikus anti-Islam, Geert Wilders, menjadi buah bibir setelah mengaku pindah agama dan menjadi seorang Muslim.

Dalam pengakuannya pada Selasa (5/2), ia mulai berubah pikiran ketika menulis sebuah buku anti-Islam.

“Jika semua yang saya tulis sampai titik itu benar, dan saya percaya itu, maka saya adalah seorang Muslim de facto,” katanya kepada NRC.

NRC melaporkan bahwa Van Klaveren masuk Islam pada 26 Oktober 2018, tepat sebelum merilis bukunya yang bertajuk “Murtad: Dari Kristen ke Islam di Masa Teror Sekuler.”

Baca Juga:  Satu Keluarga Asal Nias Masuk Islam di Subulussalam

“Masuknya Van Klaveren mengejutkan banyak pihak, baik teman maupun pesaingnya,” tulis surat kabar AD.

Selama tujuh tahun menjabat sebagai anggota parlemen untuk Partai Kebebasan Wilders (PVV), Van Klaveren melakukan kampanye tanpa henti di Majelis Rendah melawan Islam di Belanda.

Pada saat itu, “Golongan garis keras meminta pelarangan terhadap burka dan menara masjid, dengan mengatakan, ‘Kami tidak ingin ada Islam, atau setidaknya sesedikit mungkin (Islam) di Belanda.’”

Van Klaveren pecah kongsi dengan Wilders pada 2014, setelah komentar kontroversial pemimpin PVV itu ketika menanyakan kepada para pendukung apakah mereka menginginkan “lebih sedikit atau lebih banyak orang Maroko di kota Anda dan Belanda”.

Baca Juga:  Satu Keluarga Asal Nias Masuk Islam di Simeulue

Wilders dinyatakan bersalah pada tahun 2016 atas tuduhan diskriminasi.

Van Klaveren kemudian membentuk partai sayap kanannya sendiri yang disebut “Untuk Belanda” (VNL). Namun, ia meninggalkan politik setelah gagal memenangkan kursi tunggal dalam pemilihan umum 2017.

“Jika ini benar-benar bukan merupakan strategi pemasaran untuk mempromosikan bukunya, maka itu benar-benar merupakan pilihan yang luar biasa bagi seseorang yang banyak bicara tentang Islam,” ucap salah satu pendiri VNL, Jan Roos, sebagaimana dikutip AFP.

Baca Juga:  Masuk Islam, Satu Keluarga Dipeusijuk di Suro Aceh Singkil

Melanjutkan pernyataannya, Roos berkata, “Tetapi kita memiliki kebebasan beragama di Belanda. Dia bisa menyembah siapa pun yang dia inginkan.”

Sementara itu, Said Bouharrou, yang bertugas di Dewan Masjid Maroko di Belanda, memuji Van Klaveren.

“Itu merupakan hal yang luar biasa ketika seseorang yang begitu kritis terhadap Islam menyadari bahwa agama ini tidak terlalu buruk atau jahat. Itu merupakan tindakan yang berani baginya untuk melakukan hal itu di depan umum,” katanya. (*)

Sumber: CNN Indonesia

  • 863
    Shares

loading...

Berikan Komentar

Berikan Komentar Anda Disini

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat akurat dan berkualitas kepada masyarakat aceh nasional dan dunia ?

ikuti kami

Copyright © 2019 Kabaracehnews.com. All right reserved