Aceh

Puluhan TKI Terjaring Razia di Posko Perbatasan Aceh Selatan

TKI asal Aceh yang terjaring dalam razia di posko perbatasan Aceh Selatan-Subulussalam. Foto: For AJNN

Aceh Selatan, – Tim Gugus Percepatan Penanganan Coronavirus Disease (Covid-19) Kabupaten Aceh Selatan menjaring puluhan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Aceh yang selama ini bekerja di Malaysia.

Para TKI asal Aceh itu terjaring razia oleh Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 di Posko Perbatasan antara Aceh Selatan dan Subulussalam.

AT, salah seorang TKI asal Aceh Selatan yang terjaring dalam razia tersebut mengaku baru pulang dari Malaysia karena tidak lagi memiliki perkerjaan di negeri jiran tersebut.

Menurut pengakuannya, sejak Malaysia memberlakukan lockdown membuat dia harus kembali ke Aceh, selain karena kehilangan pekerjaan, AT juga mengaku ingin berlebaran di kampung halaman.

“Saya tidak lagi bekerja di Malaysia karena diberlakukan lockdown, selain itu juga saya ingin merayakan Idul Fitri di kampung halaman,” kata AT.

Penanggung Jawab Karantina wilayah Kabupaten Aceh Selatan, Syairul Basni mengatakan, ada sekitar 44 orang TKI yang terjaring, dengan rincian dari Aceh Selatan sebanyak 15 orang, dari Aceh Barat Daya 28 orang, dan Nagan Raya satu orang.

“Para TKI ini akan di isolasi selama 14 hari di pusat karantina sebelum di pulangkan ke desa masing- masing masing. Iini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona yang semakin meningkat jumlahnya,” Syairul Basini kepada wartawan, Sabtu, (23/5).

Sedangkan untuk TKI asal Abdya dan Nagan Raya yang ikut terjaring dalam razia tersebut, akan diserahkan kepada Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten masing-masing.

[]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top