Umum

Satpol PP Kota Banda Aceh tertibkan para PKL di kawasan Peunayoeng

seorang pedagang kaki lima dikejar satpol pp

Banda Aceh – Personel Satpol PP Kota Banda Aceh melaksanakan penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di area dilarang, Selasa (19/2).

Penertiban itu menyasar PKL di sekitar Masjid Raya Baiturrahman dan Jembatan Peunayong, Banda Aceh.

Di kawasan Masjid Raya, petugas menertibkan pedagang makanan, minuman, dan mainan. Selama ini mereka berjualan mengambil area penjalan kaki, area badan jalan dan taman. Sehingga menganggu aktivitas warga yang keluar masuk Masjid Raya.

Sementara di jembatan Peunayong, personel Satpol PP menertibkan pedagang ikan yang selama ini berjualan di kedua sisi jembatan.

Keberadaan pedagang ikan di jembatan sering menyebabkan kemacetan, terutama saat jam sibuk. Penertiban pedagang sempat terjadi keributan dan saling kejar antara petugas dengan pedagang.

Kepala Satpol PP Banda Aceh, Muhammad Hidayat kepada Serambi mengatakan, dalam penertiban itu menyasar para PKL yang selama berjualan di tempat yang sudah dilarang.

Karena keberadaan mereka menganggu aktivitas orang lain. “Sebenarnya para PKL ini sudah beberapa kali kami tertibkan, Cuma setelah itu mereka kembali lagi berjualan seperti semula,” ujarnya.

Hidayat merincikan, di kawasan Masjid Raya mereka menertibkan belasan PKL, dan menyita barang dagangan PKL. Di Peunayong petugas menertibkan sekitar tujuh pedagang. Selanjutnya, para PKL diminta mendatangi Kantor Satpol PP untuk menandatangani surat pernyataan tidak berjualan lagi.

“Jika kedapatan berjualan lagi, maka akan dikenakan sanksi berdasarkan tipiring (tindak pidana ringan), apalagi kita sudah ada aturannya,” tandas Hidayat.

To Top