Sekolah SMP di Kecamatan Baktiya Aceh Utara Mirip Kandang Sapi

Proses belajar mengajar di SMP Ta’alimil Mubtadi, Kabupaten Aceh Utara. Foto: AJNN.Net/Sarina

Aceh Utara  – Menggunakan seragam putih biru layaknya pakaian siswa sekolah menengah pertama (SMP), puluhan santri yang menetap di Dayah Ta’alimil Mubtadi di Gampong Pucok Alue, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara memasuki ruang belajarnya di areal dayah tersebut.

Duduk rapi, sembari menunggu guru yang mengajari, siswa yang masih duduk dibangku SMP tersebut membaca buku pelajaran sebari menunggu guru datang. Ada tiga ruangan, dimana, masing-masing kelas hanya terdiri dari delapan hingga belasan orang siswa saja.

Proses belajar mengajar di SMP Ta’alimil Mubtadi, Kabupaten Aceh Utara. Foto: AJNN.Net/Sarina

Ruangan yang berdinding tepas bambu yang sudah mulai sobek dan bolong-bolong tersebut dan beratapkan daun rumbia tua tersebut, menjadi tempat dimana para santri dan santriwati menempuh ilmu pendidikan sekolah, tidak mengeluh ataupun komplin, mereka dengan semangat dan penuh kegembiraan dalam menjalankan proses belajar mengajar,

Dari luar ruangan terlihat ke dalam melalui dinding yang berlubang, guru-guru honorer dengan wajah ikhlas mengajari siswa dan siswi tersebut. Tidak merasa minder ataupun lainnya, bagi para guru, mereka menginginkan anak didiknya tersebut mampu mengusai segala ilmu pendidikan, baik ilmu agama ataupun ilmu duniawi.

Proses belajar mengajar di SMP Ta’alimil Mubtadi, Kabupaten Aceh Utara. Foto: AJNN.Net/Sarina

Terdengar guru di kelas dua mengajari pelajaran bahasa inggris, dan guru di kelas tiga mengajari ilmu matematika. Selain itu, sejumlah santri yang sudah tidak sekolah (tamat) terlihat menyimak bacaan surat kitab arab yang dibacakan oleh kiai (guru agama) mereka.

Baca Juga:  Waled Nu Resmikan Pusat Layanan Khusus dan Pendidikan Khusus di Pidie Jaya

Berdiri pada tahun 2015, sekolah SMP Ta’alimil Mubtadi didirikan atas motivasi santri yang menginginkan sekolah sembari mengaji. Mereka, meminta kepada pimpinan dayah supaya menyediakan sekolah tingkat SMP dan SMA supaya mereka selain menuntut ilmu agama juga bisa menempu pendidikan sekolah.

“Jadi awalnya dayah dan sekolah ini kami dirikan di Gampong Cot Kumbang, karena ada halangan yaitu terkendala dengan lahan, maka dari itu kami pindahkan ke gampong ini di bulan Juni tahun 2016 lalu,” kata Kepala Sekolah SMP Ta’alimil Mubtadi, Mumtazabuddin kepada Ajnn, Rabu (16/1).

Baca Juga:  Gelar Kuliah Umum, Fisip Unimal Hadirkan Pemateri Dari Malaysia

Setelah pemindahan dilakukan, kata Mumtazabuddin, bangunan yang dipakai seadanya, karena awalnya sekolah SMP itu dipakai ruangan yang saat ini digunakan sebagai bilik, karena santriwati tidak memiliki tempat tidur, sehingga dipindahkan ruangan sekolah ke bangunan darurat saat ini.

Sambungnya lagi, sejauh ini bangunan ruang belajar dan bilik dayah tersebut merupakan swadaya masyarakat sekitar. Akan tetapi, bantuan dari pemerintah sendiri untuk pembangunan belum ada, namun pemerintah ada membantu dana bantuan operasional sekolah (BOS).

“Di sini ada 17 guru honorer yang mengajar, gaji mereka kami ambil dari operasional tersebut, selain gaji guru, bantuan alat tulis siswa juga diambil dari bantuan dana BOS itu,” ungkapnya,

Mumtaza juga berharap, jika ada pihak pemerintah atau swasta yang ingin membantu, khususnya dari segi pembangunan, karena bangunan yang digunakan saat ini serba kekurangan, apalagi SMP tersebut masih baru-baru dibangun.

Baca Juga:  Sekolah Mirip Kandang Sapi, Pengamat: Dinas Pendidikan Aceh Utara Tidak Reaktif

“Jika ada bantuan, ya kami harapkan dari segi pembangunan saja, karena itu yang sangat kami butuhkan,” imbuhnya.

Kondisi SMP Ta’alimil Mubtadi, Kabupaten Aceh Utara. Foto: AJNN.Net/Sarina

Sementara itu, salah seorang guru asal Gampong Alue Ie Puteh, Iklima yang mengajar di SMP tersebut mengatakan, jarak yang ditempu dari kampung untuk mengajar di SMP tersebut sejauh lima kilometer. Dirinya mengaku senang bisa mengajari anak-anak yang mondok dan bersekolah di tempat pendidikan tersebut.

Apalagi, anak-anak yang sekolah disitu bukan hanya berasal dari Aceh Utara saja, ada juga yang berasal dari Bireuen, Banda Aceh dan daerah lainnya.

“Yang menjadi kendala saat ini, kalau hujan lagi proses belajar mengajar ya bocor, dan kalau lagi mendung suasana gelap, karena di ruang sekolah belum ada lampu, selain itu juga di halaman bangunan sekolah juga becek,” unglkpanya.

Ia hanya bisa berharap, semoga dermawan, pemerintah atau intansi swasta dapat membantu pembangunan sekolah ini, supaya anak-anak bisa nyaman dalam belajar dan mendapatkan ilmu yang baik dan bermanfaat.

“Semoga pemerintah atau swasta yang mau membantu sekolah kami ini,” ujarnya.

 

Sumber:Ajnn.net

  • 2.3K
    Shares

loading...

Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat akurat dan berkualitas kepada masyarakat aceh nasional dan dunia ?

ikuti kami

Copyright © 2019 Kabaracehnews.com. All right reserved