Sidang Irwandi Yusuf, Saksi Akui Kembalikan Uang Rp 1,2 Miliar ke KPK

Sidang Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf (Ari Saputra/detikcom)

Jakarta – Pengusaha PT Takabeya Perkasa, Mukhlis, mengaku pernah diminta Gubernur Aceh nonaktif   membuat buku tabungan dan ATM. Buku tabungan dan ATM tersebut diserahkan kepada Irwandi.

“ATM, PIN, maupun mbanking saya kasih ke Irwandi. Waktu itu bukunya saya nggak tahu lagi karena buku pernah saya kasih ke Irwandi, entah, saya nggak tahu bukunya ke mana,” kata Muhklis ketika bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Baca Juga:  Steffy Burase Disebut Minta Rp 25 Juta untuk Biaya Makan di Jepang

Jaksa mempertanyakan transaksi uang ke beberapa orang, termasuk Fenny Steffy Burase, dalam catatan rekening ATM. Namun Mukhlis mengaku tidak mengetahui transaksi tersebut,

“Nggak pernah tahu. Saya tahu ada dari orang bank suruh ditandatangani bukti setor ke perusahaan, itu sudah disetor, tinggal tanda tangan. Orang bilang untuk kepentingan Irwandi,” ujarnya.

Mukhlis membantah modus tersebut untuk memberikan suap kepada  Irwandi  Menurutnya, uang yang berada di ATM merupakan pinjaman dari Irwandi.

“Dia minta bilang, Mukhlis, kalau ada uang, minta bantu sebentar, saya bilang, kalau ada, boleh,” kata dia.

Baca Juga:  Fenny Steffy Burase Kenal Gubernur Aceh Irwandi Yusuf di Moskow,

Setelah Irwandi ditangkap KPK, Mukhlis menyebut langsung menutup rekening ATM itu. Dalam ATM itu masih ada uang tersisa Rp 1,4 miliar. Saat pemeriksaan KPK, Mukhlis mengembalikan uang Rp 1,2 miliar ke KPK.

“Ada dana Rp 1,4 miliar. Itu arahan penyidik waktu itu yang dikirim oleh Irwandi kepada saya Rp 1,2 miliar disuruh disetor balik ke negara,” kata dia.

Baca Juga:  Kerabat Steffy Burase Farah Amalia, Bungkam Usai Diperiksa KPK

Duduk sebagai terdakwa Irwandi Yusuf, Teuku Saiful Bahri, dan Hendi Yuzal. Irwandi didakwa menerima suap Rp 1 miliar dari Bupati Bener Meriah Ahmadi. Uang tersebut, disebut jaksa, dimaksudkan agar Irwandi Yusuf menyetujui program pembangunan dari DOKA tahun 2018. Irwandi menerima uang tersebut melalui Hendri Yuzal dan Teuku Saiful Bahri.

Selain itu, Irwandi didakwa menerima gratifikasi Rp 41,7 miliar selama menjabat Gubernur Aceh. Irwandi menjabat Gubernur Aceh periode 2007-2012 dan periode 2017-2022.

detik.com

loading...

Berikan Komentar

Berikan Komentar Anda Disini

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs Media Online berita terbaru hari ini, memberikan akses informasi secara mudah, cepat akurat dan berkualitas kepada masyarakat aceh nasional dan dunia ?

ikuti kami

Copyright © 2019 Kabaracehnews.com. All right reserved