Kabaracehnews

Hukum

Spanduk Kain Putih Terpasang di Rumah Korban Pembunuhan Aceh Utara

Spanduk terpasang di depan rumah korban pembunuhan Aceh Utara. Foto: Ist

Aceh Utara – Suasana rumah duka korban pembunuhan Irawati Nurdin (35), Zikra Muniza (12) dan Yazid (1,6 tahun), yang meninggal dunia karena dibunuh secara sadis oleh sang suami Aidil Ginting (40) asal Medan, Sumatera Utara di Desa Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, tampak masih merundung serta berkabung.

Keluarga sanak famili serta masyarakat sekitar desa tersebut secara silih berganti masih melakukan takziah ke rumah duka. Namun tepat pada Jumat (10/5), ada pemandangan lain yang terpampang dan terlihat tepat di rumah duka.

Pantauan Media AJNN, ada spanduk besar dibentangkan pihak keluarga dengan tulisan tinta merah yang dibumbuhi di atas sehelai kain putih, “Hukuman apa yang pantas dijatuhkan kepada pembunuh istri dan anak-anak yatim dibawah umur di Ulee Madon, Aceh Utara,…?

Baca juga:  Pembunuh Satu Keluarga di Gampong Mulia Dituntut Mati

Coretan tulisan itu sebagai bentuk tanda tanya serta ungkapan pihak keluarga kepada pelaku agar mendapat hukuman yang setimpal atas segala perbuatan sadisnya itu.

Keuchik Desa Ulee Madon, Tgk Salahuddin ketika dikonfirmasi AJNN mengaku juga sempat melihat spanduk dengan kata-kata yang dibentangkan di depan rumah korban dengan sebuah tulisan.

“Iya, saya sempat melihat sebuah spanduk yang dituliskan dengan tinta merah di atas sehelai kain putih saat saya melintas di depan rumah duka. Namun ketika saya pulang dari Lhokseumawe sekira pukul 5.40 WIB, spanduk tersebut saya lihat sudah tidak ada lagi,” ujar Salahuddin.

Baca juga:  Karyawan PT Mapoli Raya Ditemukan Tewas Diduga dibunuh Temannya

Dirinya mengaku sejauh ini belum tahu maksud dan tujuan di pasangnya spanduk tersebut di depan rumah korban.

“Informasinya itu bukan masyarakat yang pasang, namun pihak keluarga,” ujarnya.

Menurut keterangan salah satu pihak keluarga menyebutkan kalau spanduk itu benar dipasang oleh pihak keluarga, namun dia mengaku tidak tahu siapa yang pasang.

Pelaku digiring oleh petugas usai ditangkap, setelah melakukan aksinya membunuh istrinya dan dua anak tirinya di Desa Ule Madon, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara. Provinsi Aceh, Selasa (7/5). (Antara/ Mukhlis)

“Pihak keluarga korban malah mengaku dan meminta agar pelaku di hukum mati. Karena hukuman itu yang pantas bagi pelaku yang keji membunuh keluarga mereka,” kata Keuchik Ulee Madon.

Sebelumnya pihak penyidik Polres Lhokseumawe, mengatakan pelaku Adil Ginting akan di jerat dengan pasal berlapis dengan hukuman mati atau seumur hidup.

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.