Kabaracehnews

Aceh

Ternyata Pelaku Perusakan Mic Masjid di Aceh Barat Alami Gangguan Jiwa

Pelaku Perusakan Mic Masjid di Aceh Barat Alami Gangguan Jiwa

Meulaboh – Pelaku perusakan microphone atau pengeras suara milik Masjid Nurul Arifin, Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, berinisia NS mengalami gangguan jiwa.

Hal tersebut diungkap Kepala Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat Ajun Komisaris Besar Polisi Raden Bobby Aria Prakasa SIK, melalu Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Johan Pahlawan, Inspektur Polisi Satu, Budi Eka Putra kepada wartawan, Rabu (15/5/2019).

Diketahuinya pelaku alami gangguan jiwa setelah dilakukan pemeriksaan oleh ahli psikolog Diah Pratiwi. Kondisi kejiwaan yang dialami tersangka termasuk dengan kecerdasan yang rendah.

Baca juga:  Diduga Masih Hidup saat Hendak Dikebumikan, Polisi Bongkar Kuburan Rasyidin

“Subjek memiliki kondisi kejiwaannya dan dengan kercedasan rendah, hal ini membuatnya sulit menyesaikan diri. Subjek juga alami gaangguan kepribadian dan gangguan emosional,” ungkap Budi.

Akibat dari gangguan emosional, kata dia membuat NS tidak dapat mengendalikan emosinya. Atas dasar itu, ahli psikolog merekomendasikan pelaku dilakukan perawatan di rumah sakit jiwa.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan saksi, termasuk mantan guru dan orang tua angkat pelaku, saat ini memang dalam kondisi alama gangguan kejiwaan akibat ketergantungan dari kebiaasaannya yang selama ini yaitu ngelem.

Baca juga:  Mendulang emas menjadi sumber ekonomi warga Sikundo, Aceh Barat

Sedangkan dari keterangan tersangka, kata dia, aksi perusakan terhadap pengeras suara masjid dilakukan lantaran telinganya sakit saat mendengar suara pengeras suara saat dilakukannya tadarus oleh dua warga setempat.

“Dalam penangkapan tersangka, kamk mengamankan sejumlah barang bukti berupa miccrophone yang dirusak, sebilah parang, baju kaus yang digunakan pelaku, senter kepala dan sepasang sepatu boot,” ungkapnya.

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.