Peristiwa

Tukang Kredit Asal Sumut Bawa Lari dan Kristenkan Perempuan Aceh

Tukang Kredit Asal Sumut Bawa Lari dan Kristenkan Perempuan Aceh

Langsa – Seorang tukang kredit, Edy Simon.S (42), non muslim asal Sumatera Utara (Sumut) dikabarkan telah membawa lari seorang perempuan Aceh bernama Fitri (29) beserta dua anak nya yang masih dibawah umur.

Tak hanya melarikannya, duda beranak dua itu telah mengkristen-kan perempuan Aceh tersebut dan ikut membaptis kedua anak bawaan Fitri dari hasil perkawinan sebelumnya.

Kini, mereka mendiami sebuah rumah yang diperkirakan rumah kontrakan sangat-sangat sederhana, di kawasan Jln Pasar 9, Gang Kapuk, Tembung Medan Sumatera Utara.

Perempuan dan dua anak Aceh (yang dilingkar), setelah berhasil di kristen-kan oleh tukang kredit yang beroperasi di Aceh

Sementara, orang tua Fitri yang berdomisili di Gampong Paya Bujok Tunong, Kota Langsa, menjadi resah dan tak tahu harus meminta pertolongan kepada siapa, untuk mengembalikan anak dan cucunya yang telah di Kristen-kan oleh pria “rentenir” tersebut.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh AFNEWS.CO.ID dari keluarga dan kerabat dekat Fitri, Sabtu (13/6/2020) menyebutkan, awal perkenalan Fitri dengan Edy Simon ketika pria non muslim tersebut sering menagih kredit di rumah kakak Fitri bernama Lia. Kebetulan saat “Batak Kredit” itu melakukan penagihan ke rumah Lia, selalu ada Fitri di rumah kakaknya. Sehingga interaksi sosial pun tejadi.

Selanjutnya, ungkap keluarga Fitri, Edy Simon yang telah lama berdomisili di Gampong Alur Dua Bakaran Bate Kecamatan Langsa Baro, menawarkan kepada Lia untuk membuka usaha warung nasi di kawasan Medan Sumatera Utara. Ternyata itu hanya modus saja dan dibalik semua itu, Edy Simon menyasar sosok Fitri untuk dibawa lari.

“Adik kami dibawa lari dan di cuci otak nya oleh mereka. Kemudian Fitri dan dua anaknya yang masih kecil, di baptis di sebuah gereja. Edy Simon itu sebagian besar keluarganya masih tinggal di Gampong Alur Dua Bakaran Bate,” ucap keluarga Fitri.

Menurut keterangan beberapa keluarga Fitri lainnya, misi kritenisasi warga Aceh memang lebih mudah dilakukan oleh warga non muslim yang berdomisili di Aceh sendiri, untuk kemudian di bawa ke Medan Sumatera Utara. Bahkan rumor yang berkembang, setiap satu orang muslim Aceh yang berhasil di kristen-kan, pelaku akan diberikan imbalan dengan jumlah yang menggiurkan.

[]

 

Sumber: AFNEWS.CO.ID

To Top