Kabaracehnews

Aceh

Wali Nanggroe Malik Mahmud, Minta Pemuda Aceh Belajar Sejarah

Pertemuan dengan Wali - Wali Nanggroe Malik Mahmud, Minta Pemuda Aceh Belajar Sejarah

Banda Aceh – Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al-Haytar meminta kepada pemuda Aceh untuk mempelajari dan menghargai sejarah.

Hal ini disampaikan Malik Mahmud saat menerima kunjungan pengurus Ikatan Pemuda Aceh Utara (IPAU) di Philosophy Coffee, Banda Aceh, Minggu 23 Desember 2018.

Dalam pertemuan sambil ngopi sore itu, Malik Mahmud meminta pemuda Aceh, khususnya pemuda IPAU untuk senantiasa mempelajari dan menghargai sejarah.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah dan perjuangan para terdahulu,” kata Malik Mahmud.

Ia menjelaskan, pemerintah Aceh yang diharapkan sesuai perjuangan belum terwujud, karena itu masih diperlukan kontribusi semua pihak, baik pemuda maupun masyarakat secara untuk membangun Aceh yang lebih baik.

Baca juga:  Saat Belanda Mengganggu Kemerdekaan Aceh

“Tanpa ada perjuangan, tidak mungkin ada Aceh seperti ini. Karena itu, pemuda harus belajar sejarah.”

Selain itu, Malik Mahmud juga berpesan agar pemuda Aceh harus menjaga identitas keAcehan.

“Pemuda adalah pelanjut dan penerus keberlangsungan bangsa, dan menjadi pembuat sejarah baru. Persiapkan SDM sedini mungkin menghadapi tantangan masa depan dan menjadi pemimpin bangsa,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal (Sekjend)  IPAU, Bustami mengatakan, pertemuan ini adalah salah satu program organisasi, yaitu bersilaturahmi dengan semua pemangku jabatan yang ada di Aceh.

“Kita ingin bersilaturahmi dengan semua steakholder yang ada di Aceh. Hari ini kita berdiskusi dan mendengar nasehat dari Wali Nanggroe, setelah ini kita akan bersilaturahmi dengan para steakhoder yang lain,” kata Sekjend IPAU.

Baca juga:  Rocky Siap Pertahankan Lembaga Wali Nanggroe Sampai Darah Penghabisan

Ia menjelaskan, salah satu komitmen IPAU adalah berkontribusi untuk pembangunan Aceh dan Aceh Utara.

“Kita sangat mengharagai apa yang dipesan oleh Wali, karena kalau pemuda melupakan sejarah dan tidak pernah menghargai jasa perjuangan terdahulu, bagaimana Aceh akan lebih baik. Karena adalah cermin untuk pembangunan Aceh yang lebih terintegrasi dan lebih baik di amasa yang akan datang,” kata Bustami.

Petemuan ini dihadiri oleh Azhari Cage (Ketua Komisi I DPR Aceh), Saifullah (Ketum IPAU), Teuku Kamaruzzaman/ Ampon Man (Mantan Perunding GAM) dan beberapa pengurus IPAU lainnya.

loading...